Wakil Ketua DPRD Jabar Dipanggil KPK, Kasus Ade Kuswara Kunang Makin Melebar
NARATORIA.CO – Dinamika politik Jawa Barat kembali memanas. Hari ini, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemeriksaan ini berkaitan dengan pengembangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.
Ono diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi. Penyidik menggali berbagai keterangan, mulai dari peran dan komunikasi antar pihak, hingga dugaan alur dana yang berkaitan dengan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Bekasi. Pemeriksaan ini disebut sebagai bagian penting untuk memetakan konstruksi perkara secara utuh.
Kasus yang menyeret nama Ade Kuswara Kunang sendiri bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK beberapa waktu lalu. Dari OTT tersebut, penyidik menemukan indikasi praktik suap yang diduga berkaitan dengan pengurusan proyek. Sejak saat itu, penyelidikan terus berkembang dan tidak berhenti pada satu nama saja.
KPK diketahui sedang fokus menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik dari unsur penyelenggara negara maupun pihak swasta. Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk membuka benang merah: siapa berperan sebagai penerima, siapa pemberi, dan bagaimana mekanisme dugaan suap itu berjalan.
Meski namanya ikut terseret dalam pusaran kasus, status hukum Ono Surono saat ini masih sebagai saksi. Pihak KPK menegaskan bahwa setiap orang yang dipanggil akan diperlakukan sesuai prosedur hukum, dan penetapan status hukum baru akan dilakukan jika ditemukan bukti yang cukup.
Di sisi lain, pemeriksaan ini ikut menyedot perhatian publik, khususnya masyarakat Jawa Barat. Pasalnya, posisi Ono sebagai pimpinan DPRD membuat kasus ini punya dampak politik yang cukup besar. Banyak pihak menilai, langkah KPK ini bisa menjadi sinyal bahwa penyidikan akan terus diperluas tanpa pandang jabatan.
Buat generasi muda yang ngikutin isu politik dan hukum, kasus ini jadi pengingat bahwa transparansi dan integritas pejabat publik masih jadi PR besar. Ceritanya jelas belum selesai—dan ke depan, bukan tidak mungkin akan ada nama-nama baru yang muncul ke permukaan.


