Sudirman Said Minta Masyarakat Waspada Terhadap Setya Novanto

NARATORIA.CO – Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Jawa Tengah, Sudirman Said, mengkritik bebas bersyarat yang diterima terpidana korupsi KTP Elektronik (e-KTP), Setya Novanto, dari Lapas Sukamiskin.

 

“Kita memang berhak merayakan hari merdeka. Tetapi sebenar-benarnya, negeri kita belum merdeka dari cengkeraman para koruptor dan perusak tata hidup bernegara,” ujar Sudirman melalui keterangan resmi, Minggu (17/7) malam.

 

Menurut mantan Menteri ESDM itu, Indonesia memiliki semua syarat untuk menjadi negara besar, namun penegakan hukum dan pemberantasan korupsi masih menjadi titik lemah. “Hukum yang berlumuran korupsi membuat rasa tak adil mendominasi batin rakyat. Yang bisa membeli hukum bisa bebas, sementara yang lemah dipaksa menanggung beban,” tegasnya.

 

Sudirman menilai kasus Novanto menunjukkan rapuhnya sistem hukum. Hukuman penjara yang seharusnya dijalani penuh justru dipangkas. Sanksi larangan menjadi pejabat publik pun, kata dia, dipotong dari lima tahun menjadi hanya dua setengah tahun. “Padahal, selama menjalani hukuman, Novanto berulang kali melakukan ulah dan mencoba menghindar dengan berbagai cara,” ungkapnya.

 

Ia mengingatkan masyarakat agar waspada, karena tokoh dengan rekam jejak buruk seperti Novanto berpotensi kembali muncul di panggung politik. “Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mari bersiap-siap, orang-orang dengan reputasi dan rekam jejak seburuk Novanto akan kembali mengisi panggung politik dan jabatan publik,” ucapnya.

 

Sudirman menegaskan, kejahatan yang dilakukan Novanto bukanlah kejahatan biasa, melainkan extraordinary crime dengan dampak sistemik. Skandal korupsi e-KTP, menurutnya, telah membuat sistem administrasi kependudukan kacau dan menghambat pengendalian keuangan negara. Dampaknya, penyaluran subsidi, bantuan sosial, hingga hak-hak rakyat kerap tidak tepat sasaran.

 

“Kita berhak merayakan hari kemerdekaan, tetapi jangan lupa bahwa kita masih dijajah oleh kaum koruptor dan pengkhianat bangsa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *