Gelombang PHK Menghantam Dunia Kerja Jogjakarta

NARATORIA.CO – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi bayang-bayang bagi dunia ketenagakerjaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Terhitung sejak Januari hingga Juni 2025, setidaknya 2.495 pekerja di wilayah DIY harus kehilangan pekerjaannya, dengan Kabupaten Sleman menjadi wilayah paling terdampak.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnakertrans DIY, R. Darmawan mengatakan, secara rinci Sleman menyumbang 1.940 kasus PHK, diikuti oleh Bantul (360), Kota Yogyakarta (123), Kulon Progo (32), dan Gunungkidul (29). Sementara itu, DIY secara keseluruhan mencatatkan 11 kasus PHK skala provinsi.

Angka ini memberikan gambaran bahwa kawasan urban seperti Sleman dan Bantul menjadi episentrum pergeseran pasar kerja. Di balik angka-angka itu, terdapat ribuan cerita pekerja yang kini tengah mencari pijakan yang baru untuk menopang ekonomi keluarga mereka.

Meski demikian, Disnakertrans DIY mengklaim bahwa kondisi ketenagakerjaan DIY secara umum menunjukkan arah yang membaik. Hal ini tercermin dalam data yang disampaikan oleh Elly Supriyanti Ks, Kepala Bidang Pelindungan dan Penempatan Tenaga Kerja, PKK, dan Transmigrasi Disnakertrans DIY.

Menurutnya, hingga 2024, jumlah penduduk usia kerja di DIY mencapai 3,02 juta orang, meningkat 25,13 ribu dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja meningkat 1,79% menjadi 2,26 juta orang, yang terdiri dari 2,18 juta orang bekerja dan 78,67 ribu pengangguran.

“Jumlah pengangguran justru mengalami penurunan sebanyak 3,32 ribu orang, atau turun sebesar 4,05%,” jelas Elly.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) DIY juga meningkat dari 74,08% di tahun 2023 menjadi 74,78% pada tahun 2024. Kenaikan signifikan terlihat pada TPAK perempuan, yang melonjak 1,84 poin menjadi 66,59% menandakan semakin besarnya peran perempuan dalam dunia kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *