Soal Template Foto Ditutup Lakban, Ketua PAC PDI Perjuangan Setu: Bupati Lebih Baik Fokus Pembangunan

Tengah J.M Hendro, Foto bersama Bupati Bekasi Ade Kunang dan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Setu, J.M Hendro membuka suara soal template Bupati dan Wakil Bupati Bekasi yang ditutup lakban dalam aksi Mahasiswa.

Hendro mengatakan template Bupati dan Wakil Bupati Bekasi yang ditutup matanya bukan hal yang perlu ditanggapi terlalu jauh, apalagi hingga lapor kepolisi.

“Karena itu ada di ruang terbatas yakni grup WhatsApp, lebih baik kita fokus dalam pembangunan Kabupaten Bekasi,” kata J.M. Hendro yang juga ketua LSM Pemantau Kinerja Aparat Negara Indonesia Kabupaten Bekasi.

Lebih lanjut, kata Hendro, Bupati dan Wakil Bupati adalah pejabat publik dan bukan simbol Pemerintahan Daerah. “Jadi saya perlu juga menyampaikan kepada teman-teman agar jangan terlalu cepat bicara atau bersetatemen di media, saya sarankan perlu banyak membaca literatur apa arti dari simbol Pemerintahan Daerah sebelum angkat bicara,'” ucapnya.

Menurut Hendro, Simbol pemerintahan daerah itu mempunyai beberapa bagian seperi logo atau lambang daerah, bendera daerah, hymne atau lagu serta semboyan.

“Saya punya pandangan sendiri, saya menyamakan dengan lambang Lady Justice yang mengandung pada simbol Dewi Keadilan (Lady Justice) melambangkan keadilan yang tidak memihak dan objektif, itu juga di tutup matanya,” jelas Hendro.

“Sepengetahuan saya selama mengenal Bupati dan Wakil Bupati Bekasi adalah pejabat publik yang terbuka dengan kritik, jadi apapun kebijakan yang diambil beliau pasti sesuai dan objektif untuk kepentingan kemajuan Kabupaten Bekasi,” sambungnya.

Ia juga menegaskan banyak oknum yang memamfaatkan situasi terkait template foto. “Saya selaku Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kabupaten Bekasi dan juga Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Setu mendukung program Bupati dan Wakil Bupati, Kalo mau cari muka jangan mengadu domba dengan memframing hal yang tak punya nilai dan tak penting, Ayo kita sama-sama bersinergi dengan pemerintah dalam membangun kabupaten Bekasi sesuai kemampuan kita dan ngga perlu baper atau menjilat secara berlebihan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *